Mahasiswa KKN IAIMA Jambi Dirikan SPS di Paal Merah, Perkuat Fondasi Pendidikan Anak Usia Dini
Jambi – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Agama Islam Muhammad Azim (IAIMA) Jambi berhasil merintis pendirian Satuan PAUD Sejenis (SPS) di Kelurahan Paal Merah, Kota Jambi. Program ini menjadi wujud nyata pengabdian mahasiswa dalam memperkuat layanan pendidikan anak usia dini sebagai fondasi pembentukan karakter generasi muda. Kegiatan yang berlangsung dengan dukungan penuh Bunda PAUD Kota Jambi, Pemerintah Kelurahan, dan Dinas Pendidikan Kota Jambi tersebut mendapat sambutan antusias masyarakat. SPS ini diharapkan menjadi wadah bagi anak-anak untuk belajar, bermain, dan tumbuh kembang secara optimal. Koordinator KKN menjelaskan, pendirian SPS tidak hanya sekadar penyediaan sarana belajar, tetapi juga menekankan pelibatan masyarakat dalam pengelolaan dan keberlanjutan lembaga. Mahasiswa turut melakukan pendampingan kepada guru serta orang tua mengenai pola asuh, literasi, dan pentingnya pendidikan karakter anak sejak dini. Dosen Pembimbing Lapangan, Dr. Matikawati, M.Pd, mengapresiasi kerja keras mahasiswa. “Kami berharap SPS ini menjadi awal baik bagi masyarakat Paal Merah untuk terus berkomitmen terhadap pendidikan anak sejak dini. Setelah mahasiswa KKN kembali, tanggung jawab menjaga dan mengembangkan fasilitas ini berada di tangan masyarakat,” ujarnya. Hal senada disampaikan Bunda PAUD Kota Jambi, Dr. dr. Hj. Nadiyah, Sp.Og. Menurutnya, SPS Paal Merah menjadi bukti kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat. “Semoga tempat ini bukan hanya sekadar lembaga pendidikan, tetapi juga ruang yang menyenangkan sekaligus mendidik bagi anak-anak,” katanya. Dukungan juga datang dari Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi, Dr. H. Mulyadi, S.Pd., M.Pd. Ia menegaskan pihaknya akan terus mendorong tumbuhnya layanan PAUD di setiap kelurahan. “Inisiatif mahasiswa KKN ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang peran PAUD dalam membangun kualitas SDM sejak dini,” tegasnya. Lurah Paal Merah pun menyambut baik langkah mahasiswa. “SPS ini menjadi aset berharga bagi masyarakat kami. Kami berkomitmen menjaga dan mendukung keberlangsungannya,” ungkapnya. Tidak hanya fokus pada pendidikan, kegiatan KKN IAIMA Jambi juga disinergikan dengan pelayanan publik. Disdukcapil Kota Jambi hadir memberikan layanan Reaksi Cepat di Perumahan Griya Paalmerah RT 23, guna mempermudah masyarakat mengurus dokumen kependudukan. Acara sosialisasi SPS turut dihadiri lebih dari 40 anak usia dini, orang tua murid, serta berbagai unsur seperti Camat Paal Merah, Bunda PAUD Kecamatan, Ketua IGRA Kota Jambi, Ketua HIMPAUDI, Ketua IGTKI, hingga Ketua Pokja PKK Kelurahan Paal Merah. Kehadiran berbagai pihak ini menegaskan bahwa perhatian terhadap pendidikan anak usia dini adalah komitmen bersama lintas sektor. Dengan adanya SPS Paal Merah, kolaborasi mahasiswa, pemerintah, dan masyarakat diharapkan semakin memperkuat kesadaran pentingnya pendidikan anak sejak usia dini, sekaligus meningkatkan kesejahteraan bersama melalui layanan publik yang terintegrasi. ***
Target SINTA 4, LPPM IAIMA Jambi Gelar Monitoring PkM Dosen dan Mahasiswa
Jambi, 19 Agustus 2025 – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Agama Islam Muhammad Azim (IAIMA) Jambi melaksanakan kegiatan monitoring program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dosen dan mahasiswa, Selasa (19/8). Kegiatan ini mengusung tema “Target SINTA 4: Penguatan Publikasi Melalui PkM” sebagai langkah strategis dalam mendorong terbitnya artikel ilmiah di jurnal nasional terakreditasi. Monitoring dilakukan langsung oleh Ketua LPPM IAIMA Jambi, Mukhlas Nugraha, M.Phil., didampingi Sekretaris LPPM, Wulan Pertiwi, M.Pd., serta Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), Mardiana, M.Pd. Tim ini meninjau secara langsung perkembangan pelaksanaan PkM sekaligus mengevaluasi potensi luaran publikasi dari setiap kegiatan. Dalam sambutannya, Mukhlas Nugraha menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai upaya memperkuat budaya publikasi di lingkungan IAIMA Jambi. “Kami menargetkan minimal seluruh draft artikel hasil PkM dapat terbit di jurnal yang terindeks SINTA 4. Dari hasil monitoring hari ini, sudah ada 24 draft artikel yang hampir selesai dan siap untuk proses submit,” ujarnya. Selain mengevaluasi kesesuaian antara rencana kegiatan dan pelaksanaan di lapangan, tim monitoring juga memberikan arahan terkait substansi artikel, teknik penulisan ilmiah, hingga strategi pemilihan jurnal yang tepat. Sekretaris LPPM, Wulan Pertiwi, menambahkan bahwa kegiatan monitoring akan menjadi agenda rutin. “Tujuannya bukan hanya memastikan PkM selesai secara administratif, tetapi juga menjamin adanya manfaat nyata bagi masyarakat dan menghasilkan publikasi yang berkualitas,” jelasnya. Dengan terlaksananya kegiatan ini, LPPM berharap seluruh civitas akademika IAIMA Jambi semakin termotivasi menjadikan PkM sebagai kontribusi nyata bagi masyarakat sekaligus sarana meningkatkan rekognisi akademik melalui publikasi ilmiah. ***
SINERGI KAMPUS DAN SEKOLAH DASAR: DOSEN PGMI IAIMA JAMBI DAMPINGI GURU SDN 175/IV KOTA JAMBI MENGEMBANGKAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF DAN DIGITAL
Kota Jambi, 1 Agustus 2025 — Inovasi pembelajaran tak harus mahal atau rumit. Hal inilah yang dibuktikan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertema “Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Menggunakan Bahan Sederhana” dan “Mengenal Canva sebagai Platform Serbaguna untuk Mendukung Peran Guru Abad ke-21”, yang dilaksanakan selama dua hari, 30–31 Juli 2025, di SDN 175/IV Kota Jambi. Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya dharma ketiga, yaitu pengabdian kepada masyarakat, yang dilakukan oleh dosen sebagai bentuk kontribusi nyata kepada dunia Pendidikan. Dalam hal ini, Annajmi, M.Pd. dan Rizka Febriani Awliyah, M.Pd. selaku tim PKM hadir sebagai fasilitator dan narasumber dalam workshop yang diikuti seluruh majelis guru SDN 175/IV Kota Jambi . Kegiatan berlangsung penuh semangat dan kolaborasi, mencerminkan antusiasme tinggi para guru dalam meningkatkan kapasitas diri di tengah tantangan pendidikan abad ke-21. Kreativitas dari Bahan Sederhana Pada hari pertama, para peserta dibekali pemahaman mendalam tentang konsep dasar media pembelajaran interaktif serta pentingnya media yang menarik dalam meningkatkan kualitas belajar siswa. Tidak sekadar teori, peserta juga dilatih membuat media pembelajaran dari bahan-bahan sederhana seperti kardus bekas, kertas warna, stik es krim, dan benda-benda mudah dijumpai di sekitar sekolah. “Media pembelajaran yang menarik tidak harus mahal. Justru dengan bahan sederhana yang mudah ditemukan, guru bisa lebih fleksibel dan kreatif dalam merancang alat bantu ajar yang sesuai dengan kebutuhan siswanya,” ujar Annajmi, M.Pd. saat memberikan pengarahan kepada peserta. Kegiatan ini juga mendorong terbentuknya komunitas praktisi guru yang saling berbagi ide dan praktik baik dalam mengembangkan media pembelajaran yang efektif dan terjangkau. “Ternyata bahan sederhana bisa menjadi alat pembelajaran yang luar biasa menarik jika kita kreatif,” ujar salah satu peserta workshop dengan penuh antusias. Melek Digital bersama Canva Sesi hari kedua difokuskan pada penguatan literasi digital guru melalui pengenalan platform Canva, sebuah aplikasi desain grafis yang populer dan mudah diakses. Peserta diajarkan membuat berbagai media digital seperti infografis pembelajaran, materi ajar visual, hingga presentasi interaktif. “Melalui Canva, guru bisa menciptakan materi digital yang tidak hanya menarik secara visual, tapi juga meningkatkan motivasi belajar siswa. Ini adalah keterampilan penting di era digital saat ini,” tutur Rizka Febriani Awliyah, M.Pd., saat menyampaikan materi di hari kedua. Pelatihan ini tidak hanya memperkenalkan teknologi, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri dan kemandirian guru dalam memanfaatkan teknologi sebagai bagian dari strategi pembelajaran. “Kini saya bisa membuat media pembelajaran digital sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain,” tutur salah satu guru yang sebelumnya belum mengenal Canva. Langkah Nyata Menuju Guru Abad ke-21 Workshop ini menjadi langkah konkret dalam menjawab tuntutan pendidikan masa kini yang menekankan kreativitas, inovasi, dan kemampuan literasi digital. Dengan pendekatan praktis dan aplikatif, para guru dibekali keterampilan yang dapat langsung diterapkan di kelas. Melalui kegiatan ini, tim PKM berharap akan lahir lebih banyak guru-guru kreatif yang mampu menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna bagi siswa. “Ini bukan sekadar pelatihan, tetapi upaya membangun budaya inovatif di lingkungan sekolah dasar,” tegas Annajmi, M.Pd. di akhir kegiatan. Kegiatan PKM ini tidak hanya memberikan manfaat bagi peserta, tetapi juga memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah sebagai mitra strategis dalam pembangunan pendidikan nasional. ***
Serah Terima Mahasiswa KUKERTA IAIMA Jambi di Bayung Lencir: Mengabdi, Menyatu, dan Menebar Manfaat
Bayung Lencir, Musi Banyuasin – Suasana haru dan hangat menyelimuti prosesi serah terima mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Institut Agama Islam Muhammad Azim (IAIMA) Jambi kepada Pemerintah Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Kamis 17/07/2025. Momen ini bukan hanya sekadar seremonial administratif, tetapi menjadi titik awal dari sebuah perjalanan pengabdian mahasiswa untuk bersatu dengan masyarakat, belajar dari kehidupan nyata, dan menyalurkan ilmu demi kemaslahatan bersama. Setibanya di Kantor Kecamatan Bayung Lencir, rombongan yang dipimpin langsung oleh Ketua LPPM IAIMA Jambi, Mukhlas Nugraha, M.Fil., dan Sekretaris LPPM, Wulan Ana Pertiwa, M.Pd., bersama para dosen pembimbing lapangan (DPL), disambut dengan penuh kehangatan oleh perwakilan pemerintah kecamatan. Penyerahan dilakukan secara seremonial melalui Sekretaris Camat Bayung Lencir, mewakili Camat yang berhalangan hadir karena agenda penting yang tak dapat ditinggalkan. Dalam sambutannya, Ketua LPPM IAIMA Jambi menyampaikan rasa terima kasih yang tulus kepada Pemerintah Kecamatan Bayung Lencir atas sambutan hangat dan kesediaan menerima mahasiswa IAIMA untuk menjalankan pengabdian di wilayah tersebut. “Ini adalah kehormatan besar bagi kami dapat bersilaturahim dengan pemerintah kecamatan serta pemerintah desa dan kelurahan di Bayung Lencir. Kami titipkan mahasiswa-mahasiswa kami untuk belajar, berkontribusi, dan menyatu dengan masyarakat di sini,” ungkapnya penuh rasa syukur. Beliau juga menekankan kepada mahasiswa pentingnya menjaga sikap dan menjunjung tinggi nilai-nilai budaya lokal. “Jadilah pribadi yang santun, terbuka, dan rendah hati. Hormati adat istiadat masyarakat setempat, jaga etika dan kesopanan dalam bertutur maupun bertindak. Karena kalian bukan hanya membawa nama pribadi, tetapi juga nama baik almamater IAIMA Jambi,” pesannya dengan penuh harapan. Di akhir sambutannya, Mukhlas menitipkan para mahasiswa kepada pemerintah kecamatan dan masyarakat setempat, seraya memohon bimbingan, arahan, serta motivasi agar mereka dapat menjalankan tugas pengabdian dengan sebaik-baiknya. Ia juga menyampaikan permohonan maaf bila dalam penyambutan terdapat kekhilafan dari pihak kampus. Sementara itu, Aka Anggara Saputra, S.STP., M.Si. Sekretaris Camat Bayung Lencir, yang mewakili Camat, menyampaikan sambutan hangat atas kehadiran mahasiswa IAIMA Jambi. “Kami merasa terhormat dapat menjalin silaturahmi dengan kampus IAIMA Jambi. Kehadiran mahasiswa di sini tentu akan memberi warna dan semangat baru bagi masyarakat kami. Kami terima dengan tangan terbuka,” ucapnya. Ia pun memberikan pesan bijak kepada para mahasiswa. “Silakan berbaur dengan masyarakat, jadikan ini sebagai pengalaman berharga. Tapi tetaplah menjaga etika, menghormati adat istiadat, dan tampilkan perilaku yang mencerminkan insan akademik yang beradab dan bertanggung jawab.” Usai acara penyerahan, para mahasiswa langsung diantar menuju posko masing-masing yang tersebar di berbagai desa dan kelurahan dalam wilayah Kecamatan Bayung Lencir. Dengan semangat pengabdian yang menyala dan doa yang mengiringi, mereka kini memulai babak baru yang menjadi jembatan antara ilmu dan masyarakat, antara harapan dan kenyataan.***
Wakil Rektor III Pimpin Pelepasan Mahasiswa Kukerta Ke-4 IAIMA Jambi: Mengabdi dengan Ilmu, Menginspirasi Lewat Aksi Nyata
Jambi – Langit cerah di atas lapangan Kampus Institut Agama Islam Muhammad Azim (IAIMA) Jambi pagi itu menjadi saksi bisu sebuah peristiwa penuh haru dan semangat pengabdian. Lebih dari 50 mahasiswa resmi dilepas untuk mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Tahun 2025 dalam sebuah seremoni penuh makna, Kamis 17/07/2025. Pelepasan ini dipimpin langsung oleh Wakil Rektor III, Dr. Maryadi Syarif, M.Pd., dan turut dihadiri oleh Wakil Rektor I, Fahmi Rohim, M.Ed., para dekan dari seluruh fakultas, ketua program studi, serta dosen pembimbing lapangan (DPL). Puncak acara ditandai dengan pelepasan balon ke udara sebagai simbol cita dan harapan tinggi dari IAIMA Jambi terhadap para mahasiswa yang akan mengabdi di masyarakat. Sebanyak 50 peserta KUKERTA tahun ini diberangkatkan menuju Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatra Selatan, dan terbagi ke dalam empat posko yang tersebar di berbagai desa dan kelurahan sasaran. Mereka diberangkatkan menggunakan dua unit bus kampus dan didampingi langsung oleh DPL masing-masing. Sementara 150 Masiswa lainya melaksanakan pengadian masyarakat di Kot Jambi. Menariknya, keberangkatan mahasiswa juga turut didampingi langsung oleh Ketua LPPM IAIMA Jambi, Mukhlas Nugraha, M.Fil., dan Sekretaris LPPM, Wulan Ana Pertiwa, M.Pd. menuju kantor Camat Bayung Lencir, untuk menyerahkan langsung rombongan mahasiswa di Kantor Camat Bayung Lencir dan dilakukan prosesi penyerahan secara seremonial dari pihak kampus kepada pemerintah kecamatan dan Kepala Desa Lurah. Usai acara penyerahan, para mahasiswa kemudian diantar langsung menuju posko masing-masing yang berada di desa atau kelurahan tempat mereka mengabdi. Dalam sambutannya yang sarat makna saat pelepasan mahasiswa KUKERTA, Wakil Rektor III IAIMA Jambi, Dr. Maryadi Syarif, M.Pd., menyampaikan pesan penuh motivasi dan harapan mendalam. Dengan suara yang mantap namun penuh kehangatan, beliau mengajak para mahasiswa untuk menjadikan momen pengabdian ini sebagai ladang aktualisasi diri dan wujud nyata dari nilai-nilai keilmuan yang telah ditempa selama bertahun-tahun di bangku kuliah. “Selamat menjalankan pengabdian kepada masyarakat. Realisasikan ilmu yang telah diperoleh selama di kampus dalam bentuk program-program kerja yang bermanfaat. Jaga nama baik kampus, jaga sikap, hargai budaya setempat, karena kita sedang berada di tanah orang,” ucapnya, yang seolah menggema di sanubari seluruh peserta. Lebih dari sekadar seruan formalitas, pesan tersebut mengandung ruh tanggung jawab moral dan sosial. Ia mengingatkan bahwa setiap langkah mahasiswa di tengah masyarakat adalah cerminan dari dunia akademik IAIMA Jambi bahwa ilmu tak hanya hidup di ruang kuliah, tapi juga harus mewujud dalam tindakan, solusi, dan empati nyata. Pengabdian, bagi beliau, bukan hanya tentang program kerja, tetapi tentang kehadiran yang bermakna, sikap yang membumi, serta kemampuan memahami dan menghormati kearifan lokal. Di tanah orang, mahasiswa bukan sekadar tamu mereka adalah utusan peradaban, pembawa harapan, sekaligus duta kampus yang dipercaya untuk menanam kebaikan. Maka berangkatlah dengan hati yang ikhlas, semangat yang menyala, dan komitmen untuk memberi, bukan hanya menerima. Beliau juga dengan nada penuh ketegasan namun sarat kepedulian, mengingatkan pentingnya menjaga nama baik almamater selama menjalankan pengabdian. “Kita berada di tanah orang, di provinsi tetangga. Tunjukkan sikap etis, hormati budaya lokal, dan jadilah representasi terbaik dari kampus IAIMA Jambi,” ucapnya penuh penekanan. Pesan ini bukan sekadar pengingat, tetapi amanah moral yang harus dipegang teguh oleh setiap mahasiswa. Sebab dalam setiap tutur kata, tingkah laku, dan interaksi sosial, mahasiswa membawa citra lembaga, bahkan membawa nama besar IAIMA Jambi yang telah membentuk dan membekali mereka. Di tengah masyarakat yang baru dan berbeda budaya, keberadaan mahasiswa tidak hanya dinilai dari seberapa banyak program yang mereka laksanakan, tetapi juga dari bagaimana mereka bersikap, menghargai kearifan lokal, dan mampu menyatu dengan kehidupan masyarakat tanpa menghilangkan jati diri. Ini adalah ujian karakter, sekaligus peluang untuk membuktikan bahwa intelektualitas yang dimiliki mahasiswa IAIMA bukan hanya soal teori, tetapi juga tentang adab dan keteladanan. Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan Posko 2 di Desa Suka Jaya, Kaharuddin, M.Pd., menekankan bahwa kegiatan KUKERTA bukan sekadar rutinitas akademik, tetapi bentuk nyata dari keterlibatan sosial mahasiswa. “Kami akan mendampingi mahasiswa dalam kegiatan penguatan keagamaan, edukasi, serta edupreunership yakni pengembangan kewirausahaan berbasis edukasi. Ini adalah kontribusi konkret dari dunia akademik bagi masyarakat,” ungkapnya. Program KUKERTA ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk menanamkan nilai pengabdian, menguji kompetensi diri, dan merasakan langsung dinamika sosial di tengah masyarakat. Kehadiran mereka diharapkan tidak hanya memberikan solusi, tetapi juga meninggalkan kesan positif dan inspiratif bagi masyarakat setempat. Dengan semangat, ilmu, dan harapan yang dibawa dari kampus IAIMA Jambi, para mahasiswa kini menjalani tugas pengabdian. Semoga langkah-langkah mereka menjadi cahaya di tengah masyarakat, menebar manfaat, dan menjadi amal kebaikan yang terus mengalir.***
LPPM IAIMA JAMBI RILIS JUKNIS TERBARU PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PkM) TAHUN 2025
Jambi, — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Agama Islam Muhammad Azim (IAIMA) Jambi secara resmi meluncurkan Petunjuk Teknis (Juknis) Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Tahun 2025. Peluncuran ini disampaikan langsung oleh Sekretaris LPPM, Wulan Ana Pertiwi, M.Pd., dalam forum koordinasi internal yang dihadiri para dosen dan tim pelaksana PkM IAIMA Jambi. Dalam sambutannya, Wulan Ana Pertiwi, M.Pd. menyampaikan bahwa Juknis PkM 2025 dirancang sebagai panduan teknis dan strategis untuk memastikan seluruh kegiatan pengabdian kepada masyarakat berjalan secara sistematis, terukur, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. “PkM bukan sekadar kewajiban tridharma, tetapi adalah bentuk konkret kontribusi akademisi kepada masyarakat. Oleh karena itu, tahun ini kita memperkuat sistematika perencanaan, pelaksanaan, hingga pelaporan agar setiap kegiatan benar-benar bermanfaat dan terpublikasi secara ilmiah,” ujar Wulan Ana Pertiwi, M.Pd. Juknis terbaru ini mencakup empat kategori utama kegiatan PkM, yaitu: Pemberdayaan Masyarakat, seperti pelatihan keterampilan dan pendampingan UMKM Pengembangan Wilayah, misalnya pengembangan desa wisata berbasis syariah Aplikasi IPTEKS, seperti teknologi tepat guna dan inovasi praktis Bina Lingkungan dan Sosial Keagamaan, termasuk kegiatan keagamaan dan moderasi beragama. Perencanaan PkM dimulai dari penyusunan proposal, pengajuan kepada LPPM, hingga seleksi oleh tim reviewer. Pelaksanaan akan melibatkan penandatanganan kontrak, koordinasi dengan pihak setempat, dan dokumentasi kegiatan. Sementara itu, pelaporan mencakup penyusunan laporan akhir dan publikasi artikel ilmiah di jurnal SINTA 4. LPPM juga telah menetapkan jadwal pelaksanaan PkM tahun 2025 yang dimulai pada minggu ke-1 bulan Juli dan berakhir dengan penyerahan laporan pada akhir Agustus 2025. “Melalui Juknis ini, kami berharap para dosen IAIMA lebih semangat dan terarah dalam melakukan pengabdian. Mari kita wujudkan PkM yang berkualitas dan berdampak,” tutup Wulan. ***
Pengembangan Ekonomi Kreatif dan UMKM hingga Pembuatan Perizinan Halal di Era Digitalisasi
Jambi – Dalam rangka membekali mahasiswa menghadapi dinamika sosial dan ekonomi di lapangan, Institut Agama Islam (IAI) Muhammad Azim Jambi menghadirkan narasumber inspiratif, Ahabbi Rachman Al Amiri, S.E., M.M, dalam sesi pembekalan bertajuk “Pengembangan Ekonomi Kreatif dan UMKM hingga Pembuatan Perizinan Halal di Era Digitalisasi” pada kegiatan pembekalan KUKERTA tahun akademik 2024–2025. Dalam pemaparannya, Ahabbi menekankan pentingnya mahasiswa memahami perkembangan terbaru di sektor ekonomi kreatif dan UMKM, terutama dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung pertumbuhan usaha masyarakat. “Era digital telah membuka ruang besar bagi pelaku UMKM untuk berkembang lebih cepat, lebih luas, dan lebih efisien. Mahasiswa harus menjadi katalisator perubahan di masyarakat, membantu pelaku usaha beradaptasi dan naik kelas,” ujar Ahabbi dalam presentasinya. Ahabbi juga mengupas proses pembuatan perizinan halal yang kini semakin mudah diakses secara digital melalui sistem online dari BPJPH (Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal). Ia mendorong mahasiswa untuk mensosialisasikan proses ini di tengah masyarakat, terutama kepada pelaku UMKM yang belum mengetahui manfaat strategis dari sertifikasi halal. “Perizinan halal bukan hanya soal kepatuhan terhadap syariat, tetapi juga strategi bisnis untuk memperluas pasar. Produk halal kini menjadi kebutuhan global, bukan hanya umat Islam,” jelasnya. Kegiatan ini diikuti oleh ratusan mahasiswa peserta KUKERTA yang akan ditempatkan di berbagai wilayah seperti Bayung Lencir dan Kota Jambi. Dengan bekal pengetahuan ini, mereka diharapkan mampu memberikan pendampingan nyata kepada masyarakat dalam mengembangkan usaha berbasis kearifan lokal namun berwawasan global. Wakil Rektor I, Fahmi Rohim, M.Ed, turut mengapresiasi materi yang disampaikan Ahabbi. Ia menegaskan bahwa mahasiswa IAI Muhammad Azim Jambi harus menjadi pelopor di masyarakat, bukan hanya membawa ilmu dari kelas, tetapi juga inovasi dan aksi nyata. “KUKERTA adalah ruang pengabdian sekaligus latihan kepemimpinan. Melalui isu-isu strategis seperti UMKM, ekonomi kreatif, dan perizinan halal, mahasiswa belajar menjadi agen perubahan yang peka dan solutif,” tegas Fahmi. Pembekalan ini menjadi bagian dari komitmen IAI Muhammad Azim Jambi dalam memperkuat sinergi antara kampus dan masyarakat melalui pengabdian yang berdampak. Mahasiswa tidak hanya diajak untuk hadir, tetapi untuk memberi makna dan perubahan. ***
PEMBEKALAN KUKERTA, PLP, DAN MAGANG: IAI MUHAMMAD AZIM JAMBI TEKANKAN SINERGI KAMPUS DAN MASYARAKAT
Jambi – Institut Agama Islam (IAI) Muhammad Azim Jambi kembali menegaskan komitmennya untuk mencetak generasi muda yang tak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berintegritas dan peduli terhadap masyarakat. Hal ini tercermin dalam kegiatan Pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA), Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP), dan Magang yang diselenggarakan pada hari Sabtu 12 Juli 2025, di Aula Kampus IAI Muhammad Azim Jambi. Dengan mengusung tema “KUKERTA Berdampak: Sinergi Kampus dan Masyarakat dalam Mendorong Kreatif Berkelanjutan,” acara ini menjadi titik tolak penting bagi mahasiswa dalam menerapkan ilmu yang diperoleh selama kuliah ke dalam realitas sosial yang dinamis. Ketua LPPM, Mukhlas Nugraha, dalam laporannya menekankan bahwa mahasiswa bukan hanya dituntut untuk menyelesaikan kewajiban akademik, tetapi juga ditantang untuk menjadi motor penggerak perubahan di tengah masyarakat. “KUKERTA, PLP, dan Magang bukan sekadar program rutin, ini adalah momen di mana mahasiswa mengasah kepekaan sosial, menjalin kolaborasi, dan menghadirkan solusi nyata untuk tantangan yang ada. Mereka harus mampu menerjemahkan keilmuan menjadi aksi konkret yang berdampak,” ungkap Mukhlas penuh semangat. Sebanyak 11 posko KUKERTA disebar di dua wilayah, yaitu 5 posko di Bayung Lencir dan 6 posko di Kota Jambi. Penempatan ini dirancang tidak hanya berdasarkan kebutuhan wilayah, tetapi juga sebagai bentuk nyata dari misi tridharma perguruan tinggi: pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Wakil Rektor I, Fahmi Rohim, M.Ed, dalam sambutannya memberikan pesan mendalam yang menyentuh sisi etis dan filosofis dari pengabdian mahasiswa. Ia juga membagikan kisah inspiratifnya sendiri, bagaimana ia menyelesaikan kuliah dalam waktu 7 semester sebuah capaian yang menunjukkan bahwa kedisiplinan, etika, dan semangat belajar bisa membawa hasil luar biasa. “Saya ingin menekankan bahwa menjaga etika dalam komunikasi dan interaksi sosial adalah kunci sukses di mana pun kita berada. Mahasiswa adalah duta kampus. Di tengah masyarakat, kalian membawa nama baik institusi, sekaligus membawa harapan akan perubahan,” tutur Fahmi dengan nada yang memotivasi. Lebih lanjut, Fahmi menekankan pentingnya memahami lingkungan sebagai kunci keberhasilan KUKERTA. Dengan memahami konteks sosial-budaya masyarakat tempat mereka mengabdi, mahasiswa diharapkan mampu mengaplikasikan keilmuan mereka secara tepat guna dan tepat sasaran. Sebagai penutup, Fahmi menyampaikan harapan besar kepada seluruh peserta KUKERTA agar sukses dalam melakasanakan semua program kerja yang telah di susun baik dari institusi atau program posko. “Selamat menjalankan KUKERTA. Semoga kalian benar-benar membawa perubahan yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan masyarakat. Jangan hanya hadir, tetapi tinggalkan jejak yang bermakna.” Acara ditutup dengan doa bersama, menghadirkan suasana haru dan harapan. Para mahasiswa, yang akan segera terjun ke lapangan, tidak hanya dibekali secara teknis dan akademik, tetapi juga secara mental dan spiritual. IAI Muhammad Azim Jambi membuktikan bahwa pendidikan tinggi bukan hanya tentang kelas dan teori, tetapi tentang membangun masa depan bersama antara kampus dan masyarakat, antara ilmu dan amal, antara harapan dan kenyataan. *** https://www.youtube.com/watch?v=XHOmBV4js_E
Mahasiswi Institut Agama Islam Muhammad Azim Jambi Raih Juara 1 POMDA 2025: Inspirasi Semangat dan Prestasi dari Rika
Mendalo, 9 Juli 2025 – Pekan Olahraga Mahasiswa Daerah (POMDA) Jambi 2025 menjadi panggung prestasi yang membanggakan bagi Institut Agama Islam Muhammad Azim (IAIMA) Jambi. Rika, mahasiswi Program Studi Hukum Tatanegara, berhasil mengharumkan nama kampus dengan meraih Juara Pertama dalam ajang bergengsi ini. Digelar sejak 8 Juli hingga 11 Juli 2025 di Balairung Pinang Masak, Universitas Jambi (UNJA) Mendalo, POMDA tahun ini diikuti oleh 283 atlet dari 23 perguruan tinggi se-Provinsi Jambi. Dengan tema “Menyulam Talenta Olahraga Mahasiswa Untuk Negeri”, ajang ini bukan hanya tentang adu fisik, tetapi juga semangat, dedikasi, dan karakter unggul para mahasiswa. Rika tampil luar biasa dalam cabang olahraga yang diikutinya. Keberhasilannya menembus podium tertinggi menjadi bukti bahwa mahasiswa tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga mampu bersinar di ranah non-akademik. Sosok Rika menjadi simbol semangat juang dan inspirasi bagi generasi muda, khususnya di lingkungan kampus IAIMA Jambi. Ketua Program Studi Hukum Tatanegara, Karlina Rahayu, M.H., menyampaikan rasa bangga yang mendalam atas capaian gemilang tersebut. “Prestasi Rika adalah bukti nyata bahwa mahasiswa kita memiliki potensi besar yang bisa dibanggakan di level provinsi, bahkan nasional. Semoga ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkembang dan membawa nama baik kampus,” ujarnya penuh haru. Karlina juga berpesan agar Rika tetap rendah hati, tidak cepat berpuas diri, dan terus melangkah dengan semangat tinggi untuk meraih prestasi yang lebih besar di masa depan. “Kami berharap Rika bisa menjadi juara, tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga mengukir sejarah di kancah nasional bahkan internasional,” tambahnya. Menanggapi prestasi yang diraihnya, Rika tak menyembunyikan rasa syukurnya. Ia mengaku sangat bersyukur atas pencapaian tersebut, yang menurutnya merupakan hasil dari kerja keras dan doa yang tak pernah putus. Dengan mata yang berbinar, Rika menyampaikan bahwa dukungan dari keluarga dan teman-teman menjadi kekuatan besar yang mendorongnya untuk terus berusaha. Baginya, prestasi ini bukan hanya miliknya, tetapi juga milik semua orang yang selalu percaya dan mendukungnya “Alhamdulillah, ini adalah hasil dari latihan keras dan dukungan dari banyak pihak. Tapi perjuangan belum selesai,” ujarnya dengan senyum optimis. Dengan mata yang berbinar, Rika menyampaikan bahwa dukungan dari Dosen, keluarga dan teman-teman menjadi kekuatan besar yang mendorongnya untuk terus berusaha. Baginya, prestasi ini bukan hanya miliknya, tetapi juga milik semua orang yang selalu percaya dan mendukungnya. Ia pun bersiap menghadapi tantangan berikutnya di ajang nasional, dengan semangat baru dan harapan untuk kembali membawa pulang kebanggaan. “Lanjut lagi tanding POMNAS di Semarang bulan November nanti. Mudah-mudahan menang. Mohon doanya agar bisa membawa nama Jambi dan kampus tercinta ke tingkat yang lebih tinggi,” tambah Rika penuh semangat. Keberhasilan Rika merupakan cerminan dari kekuatan mimpi, kerja keras, dan dedikasi yang tak kenal lelah. Semoga kisah ini menjadi suluh yang menerangi jalan mahasiswa lainnya bahwa prestasi bisa diraih siapa saja, asalkan memiliki semangat juang dan tekad untuk terus melangkah maju. POMDA 2025 bukan sekadar kompetisi, tetapi ruang tumbuh bagi generasi muda untuk menunjukkan bahwa mereka bukan hanya harapan masa depan, tetapi pemimpin hari ini. ***
Prestasi yang Menggema: Wakil Rektor IAIMA Jambi Sambut Pahlawan Kampus dari Tanah Rencong
Jambi, 7 Juli 2025 – Suasana penuh haru dan kebanggaan menyelimuti halaman kampus Institut Agama Islam Muhammad Azim (IAIMA) Jambi, saat para mahasiswa PGMI yang baru saja kembali dari Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-IX IMPI di Banda Aceh disambut hangat oleh pimpinan kampus. Mereka bukan sekadar pulang dari sebuah kegiatan, mereka kembali sebagai pembawa harum nama almamater. Wakil Rektor I IAIMA Jambi, Fahmi Rohim, M.Ed., didampingi Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Kaspul Anwar, Ph.D, serta Ketua Program Studi PGMI, Annajmi, M.Pd., berdiri menyambut para mahasiswa dengan senyum bangga dan mata yang nyaris berkaca-kaca. Dalam sambutannya, Wakil Rektor I menyampaikan apresiasi mendalam atas capaian luar biasa yang telah diraih oleh mahasiswa PGMI di tingkat wilayah Sumatera. “Hari ini, kalian bukan hanya mahasiswa biasa. Kalian adalah pahlawan kampus yang telah membuktikan bahwa dedikasi, keberanian, dan kerja keras tidak pernah mengkhianati hasil,” ucap Fahmi penuh semangat. Sebagai bentuk penghargaan atas prestasi tersebut, ia secara simbolis menyerahkan bonus khusus kepada seluruh mahasiswa yang menjadi delegasi IAIMA Jambi pada Muswil IMPI ke-IX yang diselenggarakan di UIN Ar-Raniry Banda Aceh pada 26–29 Juni 2025. “Kami berharap prestasi ini bukan menjadi puncak, tapi pijakan untuk melompat lebih tinggi. Pertahankan semangat, dan jika bisa, capailah lebih dari hari ini,” tambahnya dengan nada haru. Kehadiran Fahmi, Kaspul, dan Annajmi bukan hanya formalitas, tetapi gambaran nyata bahwa IAIMA Jambi tidak hanya mencetak lulusan, tapi menumbuhkan pemimpin masa depan. Mereka tidak sekadar memberi tugas belajar, tapi juga mendampingi perjuangan mahasiswa hingga ke medan kompetisi. Wakil Rektor I juga menekankan pentingnya terus berinovasi di tengah perubahan zaman yang begitu dinamis. Ia mengingatkan bahwa kecerdasan akademik saja tidak cukup untuk menghadapi tantangan masa depan. “Jadilah mahasiswa yang tidak hanya cerdas, tapi juga kreatif. Yang tidak hanya tahu teori, tapi juga mampu menorehkan sejarah. Kampus ini akan besar bukan karena bangunannya, tapi karena jiwa-jiwa besar seperti kalian,” tegasnya penuh makna. Menurutnya, mahasiswa harus mampu keluar dari zona nyaman, berani mencoba hal-hal baru, dan menjadikan setiap kegagalan sebagai batu loncatan menuju keberhasilan. Inovasi bukan hanya tentang menciptakan sesuatu yang belum ada, tetapi juga tentang menemukan cara baru yang lebih baik untuk menjawab masalah yang ada. “Kalian adalah generasi yang punya potensi tak terbatas. Maka jangan habiskan waktumu hanya untuk mengejar nilai, kejarlah makna. Karena di tangan kalianlah masa depan ditentukan,” pungkasnya, memberikan suntikan semangat yang membakar tekad para mahasiswa yang hadir. Tak mau kalah dalam menyuarakan kebanggaan, Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) IAIMA Jambi, Kaspul Anwar, Ph.D., turut memberikan apresiasi tinggi kepada para mahasiswa yang telah mengharumkan nama kampus lewat torehan prestasi membanggakan dalam ajang Musyawarah Wilayah (Muswil) Ikatan Mahasiswa Pendidikan Indonesia (IMPI) Wilayah Sumatera ke-IX. “Saya sangat bangga dengan mahasiswa yang berada di bawah binaan Kaprodi PGMI, yang telah berhasil membimbing dan membina mahasiswanya dengan penuh dedikasi hingga mampu menorehkan prestasi gemilang. Ini bukti nyata dari kerja keras dan kolaborasi yang positif,” ujarnya penuh semangat dengan senyum sumringah. Beliau juga menyampaikan harapannya agar capaian luar biasa ini menjadi inspirasi bagi program studi lain di lingkungan FITK untuk terus berbenah, berinovasi, dan memotivasi mahasiswa agar turut serta bersinar di berbagai ajang kompetisi ilmiah maupun non-ilmiah. “Kita ingin budaya prestasi ini menjadi semangat bersama, menjadi ruh yang hidup di setiap Prodi di FITK,” tambahnya dengan penuh optimisme. Di tengah gemuruh tepuk tangan dan semangat yang membara, satu hal menjadi jelas yaitu IAIMA Jambi tengah menapaki jalannya menjadi kampus unggul, berkat cahaya prestasi yang dibawa oleh anak-anak muda yang tidak takut bermimpi besar.***