Asah Kompetensi Hukum, 35 Mahasiswa HTN IAIMA Jambi Ikuti Praktik Peradilan Semu
JAMBI – Sebanyak 35 mahasiswa Program Studi Hukum Tata Negara (HTN), Fakultas Syariah dan Hukum, Institut Agama Islam Muhammad Azim (IAIMA) Jambi, mengikuti kegiatan Praktik Peradilan Semu pada Jumat–Sabtu, 23–24 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya program studi dalam membekali mahasiswa dengan keterampilan praktis di bidang hukum sekaligus memperkuat pemahaman mereka terhadap proses persidangan. Praktik Peradilan Semu merupakan bentuk pembelajaran yang menghadirkan simulasi proses peradilan sebagaimana berlangsung dalam persidangan sesungguhnya. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori hukum di ruang kelas, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk menerapkan pengetahuan tersebut melalui permainan peran dan simulasi tahapan persidangan. Kegiatan ini merupakan bagian dari kurikulum Program Studi Hukum Tata Negara IAIMA Jambi yang dirancang untuk meningkatkan penguasaan mahasiswa terhadap materi hukum acara. Selain itu, praktik ini diharapkan dapat memberikan pengalaman pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan akademik dan profesional mahasiswa di bidang hukum. Pelaksanaan kegiatan diawali dengan simulasi yang dipandu oleh dosen koordinator Praktik Peradilan Semu. Dalam sesi tersebut, mahasiswa mendapatkan arahan mengenai pendalaman peran, pemahaman alur persidangan, serta persiapan dokumen hukum yang akan digunakan selama simulasi. Mahasiswa juga diarahkan untuk membaca, menghafal, dan memahami isi draf gugatan agar dapat menjalankan peran masing-masing secara baik dan sistematis. Persiapan ini menjadi bagian penting dalam membangun ketelitian, keberanian, kemampuan berargumentasi, serta pemahaman terhadap prosedur hukum acara. Ketua Program Studi Hukum Tata Negara IAIMA Jambi, Karlina Rahayu, M.H., menyampaikan bahwa Praktik Peradilan Semu memiliki peran penting dalam menjembatani pembelajaran teoretis dengan pengalaman praktik yang dibutuhkan mahasiswa. “Melalui kegiatan Praktik Peradilan Semu ini, kami berharap mahasiswa tidak hanya memahami teori hukum yang dipelajari di ruang kelas, tetapi juga mampu menerapkannya dalam praktik persidangan. Mahasiswa dilatih untuk memahami prosedur hukum acara, mendalami peran masing-masing, menyusun argumentasi hukum, serta membangun keberanian dan sikap profesional dalam menjalankan proses peradilan,” ungkapnya. Menurutnya, pembelajaran hukum perlu memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan praktis, kemampuan berpikir kritis, dan tanggung jawab profesional. Dengan demikian, mahasiswa dapat memperoleh pengalaman yang lebih komprehensif dalam memahami penerapan hukum di tengah masyarakat. “Kami ingin mahasiswa Hukum Tata Negara IAIMA Jambi memiliki kesiapan intelektual, keterampilan praktis, dan integritas moral. Seorang calon sarjana hukum tidak cukup hanya menguasai teori, tetapi juga harus memiliki ketelitian, tanggung jawab, serta komitmen terhadap nilai-nilai keadilan. Oleh karena itu, kegiatan seperti ini perlu terus dikembangkan agar mahasiswa memiliki pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan profesi hukum dan masyarakat,” tambah Karlina. Selama dua hari pelaksanaan, kegiatan berlangsung dengan lancar dan diikuti oleh 35 mahasiswa Program Studi Hukum Tata Negara. Pendampingan dosen koordinator menjadi bagian penting dalam memastikan mahasiswa memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing serta mampu mengikuti tahapan simulasi sesuai dengan arahan yang diberikan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu meningkatkan keterampilan berkomunikasi secara hukum, menyusun argumentasi yang logis, memahami kedudukan para pihak dalam persidangan, serta mengembangkan sikap profesional dalam menghadapi persoalan hukum. Praktik Peradilan Semu juga menjadi bagian dari komitmen Program Studi Hukum Tata Negara IAIMA Jambi dalam menghadirkan pembelajaran yang berorientasi pada pengembangan kompetensi mahasiswa. Pengalaman yang diperoleh melalui simulasi diharapkan menjadi bekal berharga bagi mahasiswa dalam menempuh pendidikan lanjutan maupun memasuki dunia kerja di bidang hukum. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Program Studi Hukum Tata Negara IAIMA Jambi berharap dapat terus melahirkan lulusan yang tidak hanya memiliki penguasaan ilmu hukum, tetapi juga keterampilan praktis, integritas, dan kepedulian terhadap penegakan keadilan. ***
WORKSHOP KURIKULUM MAGISTER HUKUM TATA NEGARA IAIMA JAMBI: PROF. ELITA TEKANKAN TEROBOSAN KRITIS DAN PRAKTIS
WORKSHOP KURIKULUM MAGISTER HUKUM TATA NEGARA IAIMA JAMBI: PROF. ELITA TEKANKAN TEROBOSAN KRITIS DAN PRAKTIS
Jambi – Upaya penguatan kualitas akademik terus dilakukan oleh Institut Agama Islam Muhammad Azim (IAIMA) Jambi, khususnya pada Program Magister Hukum Tata Negara (MHTN). Dalam Workshop Kurikulum yang digelar baru-baru ini, menghadirkan Guru Besar bidang Ilmu Hukum, Prof. Dr. Elita Rahmi, S.H., M.Hum., sebagai pemateri utama yang memberikan pandangan strategis dan kritis terhadap arah pengembangan kurikulum MHTN. Dalam pemaparannya, Prof. Elita menegaskan bahwa MHTN IAIMA harus berani melakukan lompatan besar yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga substantif dan aplikatif. Menurutnya, perguruan tinggi tidak boleh hanya menjadi ruang reproduksi teori, melainkan harus menjadi pusat lahirnya pemikir dan praktisi hukum yang berani mengkritik bahkan menggugat kebijakan negara secara akademik dan konstitusional. “Magister Hukum Tata Negara harus menjadi ruang keberanian intelektual. Mahasiswa perlu dibiasakan berpikir kritis, bahkan sampai pada tahap berani menggugat negara dalam koridor hukum,” tegasnya. Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya penguatan praktik akademik melalui kegiatan rutin seperti Forum Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan setiap semester. FGD tersebut diharapkan menghadirkan para ahli di bidang Hukum Tata Negara (HTN), sehingga mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga memperoleh wawasan langsung dari para praktisi dan pakar hukum. Selain itu, Prof. Elita juga mendorong adanya inovasi dalam kurikulum melalui pemetaan mata kuliah pilihan yang lebih aplikatif, seperti Hukum Acara PTUN, serta pelatihan praktis seperti penyusunan somasi. Bahkan secara tegas ia menyampaikan bahwa pembelajaran hukum harus mendorong simulasi nyata, termasuk kemungkinan mahasiswa “menggugat dosen” sebagai bentuk latihan berpikir kritis dan argumentatif dalam konteks akademik. Menurutnya, langkah-langkah tersebut sangat penting agar lulusan MHTN IAIMA tidak hanya menjadi pengamat, tetapi benar-benar siap berperan sebagai penegak hukum, legal drafter, maupun wirausahawan di bidang hukum. “Jika kita tidak berani mengambil langkah tegas dan progresif, maka lulusan kita hanya akan menjadi penonton di tengah dinamika dunia hukum yang terus berkembang,” ujarnya. Workshop ini menjadi momentum penting bagi IAIMA Jambi dalam merumuskan kurikulum yang tidak hanya relevan secara akademik, tetapi juga adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja dan tantangan hukum kontemporer. Dengan semangat transformasi tersebut, MHTN IAIMA diharapkan mampu mencetak lulusan yang unggul, kritis, dan berdaya saing tinggi. ***
Gelar PkM, Mahasiswa IAIMA Jambi dan KPID Edukasi Warga Tingkatkan Literasi Media

Mahasiswa Institut Agama Islam Muhammad Azim (IAIMA) Jambi menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Desa Suka Damai, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi, Kamis (6/8/2026). Kegiatan PkM yang menjadi salah satu realisasi kerja sama antara IAIMA Jambi dan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Jambi ini, bertujuan untuk meningkatkan literasi media bagi masyarakat. Kegiatan PkM ini dihadiri oleh puluhan warga dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh masyarakat, pemuda, pekerja, hingga ibu rumah tangga. Selain memberikan edukasi terkait regulasi dan peran KPID dalam pengawasan penyiaran, kegiatan ini juga memberikan pemahaman bagi masyarakat terkait penggunaan media sosial dengan bijak, kritis, dan bertanggung jawab. Fajar Nugroho, Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat ini mengatakan, kegiatan tersebut melibatkan tujuh mahasiswa lainnya yakni Ilham Syaputra; M Husen; Rendi S; Sahria Ningsih; Zulia Hastuti; Abdul Rahman Sayuti, dan Alpala. Tim ini kemudian didampingi oleh dua dosen pendamping yakni Novriana Dewi, M.I.Kom dan Irwansah, M.Sos. Dalam kegiatan tersebut, Fajar juga memberikan ucapan terima kasih atas dukungan dan kerja sama KPID Provinsi Jambi, dengan keterlibatan Ketua KPID Provinsi Jambi, Asriyadi, M.Ag sebagai narasumber. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada pihak Pemerintah Desa Suka Damai yang telah memberikan izin dan membantu memfasilitasi kegiatan tersebut. Ia berharap, kegiatan tersebut mampu memberikan dampak positif secara langsung kepada masyarakat. “Kegiatan ini juga pastinya akan bermanfaat untuk kami selaku mahasiswa. Karena dengan ini kami bisa merasakan langsung bagaimana ilmu yang dipelajari selama di kampus dapat direalisasikan secara langsung,” ujarnya. Di sisi lain, Kepala Desa Suka Damai, Muryono menyambut baik kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat tersebut. Menurutnya, tema yang dipilih dalam kegiatan pengabdian ini sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat di era digitalisasi saat ini. “Kami ucapkan terima kasih juga telah memilih desa ini untuk kegiatan pengabdiannya. harapannya ke depan akan banyak kegiatan lagi yang bermanfaat untuk desa kami,” ujarnya. ***
Program Studi PIAUD IAIMA Jambi Dipercaya Menjadi Penyelenggara Program SIPKA-GURU Kemendikdasmen RI Melalui Skema RPL Gelombang III Tahun 2026

Jambi – Institut Agama Islam Muhammad Azim (IAIMA) Jambi kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) IAIMA Jambi resmi memperoleh kepercayaan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia sebagai Penyelenggara Program SIPKA-GURU (Sistem Informasi Pemenuhan Kualifikasi Guru) melalui mekanisme Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Gelombang III Tahun 2026. Kepercayaan tersebut menjadi bukti pengakuan pemerintah terhadap kualitas tata kelola akademik, sumber daya manusia, serta komitmen IAIMA Jambi dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan nasional, khususnya dalam pemenuhan kualifikasi akademik guru di Indonesia. Rektor IAIMA Jambi, Dr. dr. Hj. Nadiyah, Sp.OG, menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, penunjukan ini merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab untuk memberikan layanan pendidikan tinggi yang berkualitas bagi para guru. “Kepercayaan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia merupakan bentuk pengakuan atas kualitas institusi kami. Semoga amanah ini menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika IAIMA Jambi untuk terus meningkatkan mutu pendidikan dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa,” ujarnya. Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), Kaspul Anwar, M.Pd., Ph.D, menegaskan bahwa FITK IAIMA Jambi siap mendukung penuh pelaksanaan Program SIPKA-GURU melalui penguatan layanan akademik, pendampingan mahasiswa, serta penyelenggaraan pembelajaran yang sesuai dengan standar nasional pendidikan tinggi. Di sisi lain, Ketua Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Dr. Mastikawati, M.Pd, menyampaikan bahwa penunjukan ini menjadi peluang besar bagi para guru, khususnya guru PAUD, untuk meningkatkan kualifikasi akademik melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), sehingga pengalaman kerja dan kompetensi yang dimiliki dapat diakui sebagai bagian dari proses pendidikan tinggi. Program SIPKA-GURU merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mempercepat pemenuhan kualifikasi guru secara nasional melalui sistem yang terintegrasi dan berbasis rekognisi pengalaman belajar. Dengan ditunjuknya IAIMA Jambi sebagai salah satu perguruan tinggi penyelenggara, diharapkan semakin banyak guru yang memperoleh akses pendidikan tinggi yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan profesinya. Melalui momentum ini, IAIMA Jambi semakin memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi Islam yang terus berkontribusi dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Sejalan dengan semangat Program SIPKA-GURU, IAIMA Jambi berkomitmen mendukung terwujudnya guru yang berkualifikasi, pendidikan yang bermutu, serta SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045. “Bersama SIPKA-GURU, IAIMA Jambi Mewujudkan Guru Berkualifikasi, Pendidikan Bermutu, dan SDM Unggul Menuju Indonesia Emas 2045.”. Tutup Dr Mastikawat, M.Pd. ***
IAIMA Jambi Perluas Kolaborasi Global melalui Kemitraan Akademik dengan Universiti Poly-Tech Malaysia

KUALA LUMPUR-Institut Agama Islam Muhammad Azim Jambi (IAIMA Jambi) terus memperkuat posisi kelembagaan dan jejaring akademik internasional melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Universiti Poly-Tech Malaysia (UPTM), Malaysia. Penandatanganan kerja sama strategis tersebut dilaksanakan pada Selasa, 5 Mei 2026, bertempat di World Trade Center Kuala Lumpur, Malaysia. Kerja sama ini merupakan bagian dari langkah strategis IAIMA Jambi dalam merealisasikan visi institusi sebagai Perguruan Tinggi Islam Swasta Unggul Tingkat Nasional Berbasis Entrepreneurship. Penguatan kemitraan internasional dinilai menjadi salah satu instrumen penting dalam meningkatkan kualitas tata kelola perguruan tinggi, pengembangan sumber daya akademik, serta perluasan kontribusi institusi dalam skala global. Ketua Delegasi IAIMA Jambi, Fahmi Rohim, M.Ed., yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja Sama, menyampaikan bahwa MoU ini menjadi fondasi awal dalam membangun kolaborasi berkelanjutan antara kedua institusi, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, kerja sama tersebut diarahkan pada penguatan implementasi tridharma perguruan tinggi melalui berbagai program kolaboratif yang bersifat aplikatif dan berorientasi pada peningkatan mutu akademik. “Wujud kerja sama ini nantinya akan dituangkan dalam bentuk kolaborasi penelitian, pengabdian kepada masyarakat, student exchange, serta program dosen tamu dalam kuliah umum mahasiswa. Ini merupakan langkah nyata untuk memperkuat internasionalisasi kampus,” ujar Fahmi. Ia menambahkan bahwa kemitraan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari strategi institusional jangka panjang untuk membangun ekosistem akademik yang adaptif, inovatif, dan responsif terhadap dinamika pendidikan tinggi global. Sementara itu, YB Shamsulkahar bin Hj. Mohd Deli selaku Chairman of Kolej Poly-Tech MARA Sdn. Bhd. (KPTMSB) menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama tersebut. Ia menegaskan bahwa pihaknya menyambut positif kolaborasi ini sebagai ruang sinergi antarperguruan tinggi dalam pengembangan pendidikan tinggi lintas negara. “Kami menyambut baik langkah kerja sama ini dan berharap ke depannya hubungan akademik antara kedua institusi dapat terus berkembang secara produktif dan berkelanjutan,” ujarnya. Sebagai bentuk implementasi awal dari MoU tersebut, IAIMA Jambi bersama UPTM dan College Poly-Tech MARA Kelantan (KPTM) akan menyelenggarakan konferensi internasional pada Oktober 2026 di Kelantan, Malaysia. Dalam kegiatan tersebut, IAIMA Jambi akan berperan sebagai co-host bersama institusi mitra. “Kita bersama UPTM dan KPTM akan menyelenggarakan konferensi internasional pada Oktober mendatang. IAIMA Jambi akan terlibat sebagai co-host dalam kegiatan tersebut sebagai bagian dari implementasi konkret kerja sama yang telah disepakati,” jelas Fahmi. Delegasi IAIMA Jambi dalam penandatanganan MoU ini dipimpin oleh Fahmi Rohim, M.Ed. selaku Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja Sama, didampingi oleh Muhamad Saleh, M.E. selaku Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Perencanaan, Dr. Kaspul Anwar selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, A. Yuli Tauvani, M.H. selaku Dekan Fakultas Syariah dan Hukum, serta Wahyu Prayugo, M.H. selaku Kepala Lembaga Pengembangan Karir Mahasiswa. Melalui penandatanganan MoU ini, IAIMA Jambi menegaskan komitmennya dalam memperluas kerja sama internasional sebagai bagian dari transformasi kelembagaan menuju perguruan tinggi yang unggul, kompetitif, dan berdaya saing global. Kolaborasi ini diharapkan menjadi titik awal bagi lahirnya berbagai program akademik strategis yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan peran perguruan tinggi Islam dalam menjawab tantangan zaman. ***
IAIMA Jambi Tandatangani Nota Kesepahaman Tri Dharma dengan Komisi Penyiaran Indonesia

JAMBI – Institut Agama Islam Muhammad Azim (IAIMA) Jambi menandatangani nota kesepahaman kerja sama dengan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jambi, di IAIMA Jambi, Rabu (29/04/2026). Kesepakatan kerja sama tersebut berkaitan dengan tri dharma perguruan tinggi (pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat) dan peningkatan sumber daya manusia. Penandatanganan nota kesepahaman tersebut dilakukan oleh Rektor IAIMA Jambi yang diwakili oleh Wakil Rektor I, Fahmi Rohim, M.Ed dan Ketua KPID Jambi, Asriyadi, S.Sos.I., M.Ag. Penandatanganan dilaksanakan setelah keduanya membahas rencana teknis program kegiatan yang akan dilaksanakan setelah nota kesepahaman disahkan. Fahmi Rohim, M.Ed mengatakan, kerja sama antara IAIMA Jambi dan KPID Jambi sebenarnya telah terlaksana, yang ditandai dengan keterlibatan KPID Jambi dalam memberikan edukasi kepada mahasiswa melalui program kuliah tamu. Hanya saja, kolaborasi yang telah berjalan tersebut belum tertuang dalam dokumen tertulis nota kesepahaman (Memorandum of Understanding). “Kolaborasi IAIMA Jambi – KPID sebenarnya sudah berjalan. Hanya saja belum dilakukan tanda tangan nota kesepahaman. Di IAIMA Jambi sendiri ada Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam yang tentunya sangat berkaitan dengan KPID. Harapannya kerja sama ini akan terus berlanjut untuk kemajuan kedua belah pihak ke depannya,” ujarnya. Di sisi lain, Asriyadi, S.Sos.I., M.Ag mengatakan, KPID Jambi aktif dalam merangkul perguruan tinggi untuk memperluas kepedulian masyarakat terhadap aktivitas penyiaran. Upaya tersebut menurutnya, dilakukan melalui program khusus yakni Program Kampus Peduli Penyiaran. “Keterlibatan perguruan tinggi sangat penting. Kami (KPID Jambi) memiliki program Kampus Peduli Penyiaran. Untuk itu kami merangkul sejumlah perguruan tinggi di Jambi termasuk IAIMA Jambi,” ungkapnya. Sejumlah komisioner KPID dan pejabat di lingkungan IAIMA Jambi turut hadir dalam kegiatan penandatanganan nota kesepahaman ini. Diantaranya Koordinator Bidang Pengawasan Isi Siaran KPID Jambi, Anton Yusika, S.E, Koordinator Bidang Kelembagaan KPID Jambi, Wiwin Belantara, S.Sy., M.H, serta sejumlah pejabat IAIMA Jambi yakni Dekan Fakultas Dakwah dan Studi Agama, Zulfikar, M.Ag, Dekan Fakultas Syariah dan Hukum, A Yuli Tauvani, M.H, Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Kaspul Anwar, Ph.D, Ketua Lembaga Penjaminan Mutu, Mardiana, M.Pd, dan Ketua Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Novriana Dewi, M.I.Kom. ***
IAIMA Jambi Tegaskan Komitmen Transformasi Digital Lewat Kuliah Umum 2026

Jambi, 13 Maret 2026 — Institut Agama Islam Muhammad Azim (IAIMA) Jambi kembali menunjukkan keseriusannya dalam mempersiapkan generasi unggul di tengah arus revolusi teknologi dengan menggelar Kuliah Umum IAIMA Jambi 2026. Mengangkat tema “Transformasi Akademik dan Karakter Mahasiswa di Era Digital: Optimalisasi AI dan Penguatan Kesadaran Hukum,” kegiatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan kapasitas mahasiswa dalam menghadapi tantangan era Artificial Intelligence (AI). Kuliah umum yang dilaksanakan pada Jumat, 13 Maret 2026, pukul 08.00 WIB hingga selesai melalui Zoom Meeting tersebut diikuti oleh sivitas akademika IAIMA Jambi sebagai bagian dari upaya membangun budaya akademik yang adaptif, beretika, dan sadar hukum. Rektor IAIMA Jambi, Dr. dr. Hj. Nadiyah, Sp.OG, dalam sambutan pembukaannya menegaskan bahwa kecanggihan teknologi harus diimbangi dengan kekuatan karakter. Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga harus memahami aspek hukum serta tanggung jawab moral dalam pemanfaatan teknologi digital. “Kecerdasan buatan adalah peluang besar, tetapi tanpa karakter dan kesadaran hukum, ia bisa menjadi tantangan serius,” tegasnya. Dalam forum ilmiah tersebut, IAIMA Jambi menghadirkan dua narasumber kompeten, yakni Hartoto, S.Pd., M.Pd dari Universitas Negeri Makassar dan Dr. Arfa’i, S.H., M.H dari Universitas Jambi. Keduanya membahas secara komprehensif bagaimana mahasiswa dapat: Mengoptimalkan AI sebagai alat bantu akademik secara produktif dan etis Menghindari pelanggaran akademik di era digital Memahami regulasi dan implikasi hukum penggunaan teknologi Membangun integritas serta karakter akademik yang kuat Penyelenggaraan kuliah umum ini menjadi langkah strategis IAIMA Jambi di tengah meningkatnya penggunaan AI dalam penulisan tugas, penelitian, hingga proses pembelajaran. Alih-alih membatasi, institusi memilih pendekatan edukatif dengan menekankan literasi AI dan penguatan kesadaran hukum. Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting tersebut sekaligus menegaskan posisi IAIMA Jambi sebagai perguruan tinggi yang adaptif terhadap transformasi digital tanpa mengesampingkan nilai, etika, dan norma hukum. Melalui kuliah umum ini, IAIMA Jambi tidak hanya merespons perkembangan teknologi global, tetapi juga mengambil peran aktif dalam memimpin transformasi akademik berbasis integritas dan kesadaran hukum. ***
LPPM IAIMA Jambi Gelar Pendampingan Optimalisasi Profil Riset Dosen pada SINTA, Google Scholar, dan Litapdimas

Jambi – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Agama Islam Muhammad Azim (IAIMA) Jambi menyelenggarakan kegiatan “Pendampingan Optimalisasi Profil Riset Dosen pada SINTA, Google Scholar, dan Litapdimas” pada Kamis, 12 Maret 2026, bertempat di Ruang Rapat IAIMA Jambi. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya LPPM dalam meningkatkan kualitas serta visibilitas publikasi ilmiah dosen IAIMA Jambi. Melalui kegiatan ini, para dosen mendapatkan pendampingan teknis dalam mengelola dan mengoptimalkan profil akademik mereka pada berbagai platform pengindeks dan sistem pengelolaan penelitian, seperti SINTA, Google Scholar, dan Litapdimas Kementerian Agama. Ketua LPPM IAIMA Jambi, Mukhlas Nugraha, M.Phil, dalam sambutannya menyampaikan bahwa optimalisasi profil riset dosen merupakan langkah strategis dalam meningkatkan reputasi akademik institusi. Menurutnya, keberadaan profil yang terkelola dengan baik pada platform akademik akan memudahkan pelacakan kinerja penelitian dosen sekaligus meningkatkan indeks sitasi dan rekam jejak akademik. “Kegiatan ini diharapkan dapat membantu para dosen dalam memahami cara mengelola profil riset secara sistematis, sehingga publikasi ilmiah yang telah dihasilkan dapat terindeks dengan baik dan memberikan kontribusi terhadap peningkatan peringkat akademik institusi,” ujarnya. Sementara itu, Sekretaris LPPM, Dr. Wulan Anna Pertiwi, M.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan pendampingan ini juga menjadi bagian dari program penguatan kapasitas dosen dalam bidang penelitian dan publikasi ilmiah. Dengan adanya pendampingan langsung, dosen dapat memperbaiki data profil penelitian, memperbarui publikasi, serta memastikan keterhubungan antara SINTA, Google Scholar, dan Litapdimas. Dalam kegiatan ini, Kaspul Anwar, M.Pd., Ph.D, yang merupakan Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) IAIMA Jambi, hadir sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan secara rinci tentang pentingnya integrasi profil akademik dosen dalam ekosistem riset nasional, termasuk strategi meningkatkan indeks sitasi, pengelolaan profil Google Scholar yang baik, serta sinkronisasi data penelitian pada SINTA dan Litapdimas. Selain sesi pemaparan materi, kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi praktik langsung dan diskusi, sehingga para dosen dapat memperbarui profil akademik mereka secara langsung dengan bimbingan dari narasumber dan tim LPPM. Melalui kegiatan ini, LPPM IAIMA Jambi berharap para dosen semakin aktif dalam mengelola dan meningkatkan kualitas publikasi ilmiah, sehingga mampu memperkuat budaya riset di lingkungan kampus serta meningkatkan kontribusi akademik IAIMA Jambi di tingkat nasional maupun internasional.***
IAIMA Jambi Resmi Buka Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027

Ayooo Daftar Kuliah di IAIMA Jambi

