Pengumuman Hibah Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat TA 2021/2022

Dalam rangka meningkatkan mutu dan produktivitas dosen dalam melaksanakan kegiatan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di lingkungan Institut Agama Islam Muhammad Azim (IAIMA) Jambi, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) membuka kesempatan bagi dosen untuk mengajukan proposal Dana Hibah Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Tahun Akademik 2021/2022. (Surat Terlampir) Adapun ketentuan pengajuan proposal sebagai berikut: Pengajuan dilakukan oleh dosen tetap IAIMA Jambi Proposal disusun sesuai dengan pedoman penelitian dan PkM IAIMA Jambi Tahun Akademik 2021/2022 Proposal dikumpulkan secara langsung ke kantor LPPM IAIMA Jambi Pengajuan proposal dilaksanakan pada tanggal 15 Mei tahun 2021 sampai dengan tanggal 16 Juni tahun 2021 Hasil seleksi proposal akan diumumkan pada tanggal 27 Juni tahun 2021 Kami mengundang seluruh dosen untuk berpartisipasi aktif dalam program ini guna mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Demikian pengumuman ini disampaikan. Atas perhatian dan partisipasinya, kami ucapkan terima kasih. ***

Pasangan Eri-Nova Pimpin BEM Ahsanta Setahun Kedepan

Perhelatan pesta demokrasi ala mahasiswa STAI Ahsanta Jambi telah berakhir. Berdasarakan rapat pleno Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) pada Jumat sore (20/11/2020) dinyatakan bahwa pasangan nomor urut 01, Eri Erwandi-Nova Febiani unggul telak atas pasangan lainnya. Pasangan yang di usung oleh koalisi HMP HTN, PIAUD dan TBI itu berhasil meraih 65,7 % suara, sedangkan pasangan calon lainnya, nomor urut 02 yakni Virli Wahyu – Angga (diusung oleh koalisi HMP MPI dan PGMI) hanya bertengger sebagai Runner Up dengan perolehan suara 29,3%. Lalu ada pasangan calon, yang sebelumnya sempat digadang sebagai paslon kuda hitam, Yupemri-Vovi Arizandi, menariknya paslon dengan nomor urut 03 ini keduanya sama-sama berasal dan didukung oleh satu prodi, HMP KPI. Dan Hasilnya paslon ini hanya berhasil meraih 6,1% suara saja. Presiden BEM yang akan demisioner, Robi Sutanto mengatakan bahwa Pemilu Raya Mahasiswa kali ini adalah pemilu yang bersejarah. Pertama kalinya kita menghelat dengan cara yang sangat demokratis ini. “ Mahasiswa terlihat bersemangat, tingkat partisipasi mencapai angka 70% lebih. Banyak juga yang terkendala jaringan bagi yang memilih secara online. Namun yang pasti semua berjalan sesuai dengan mekanisme yang sudah disepakti oleh semua pihak.” Ungkapnya. sementara paslon terpilih Eri-Nova dalam sambutaannya pasca ditetapkan oleh KPUM, mengajak semua elemen mahasiswa untuk bersatu padu membangun kampus, memaksimalkan peran mahasiswa dalam ikut membantu membesarkan kampus STAI Ahsanta Jambi. “ ini kemenangan bersama, kemenangan semua pasangan calon. Kami akan mengajak dan merangkul semua siapapun yang berniat baik dalam membangun dan membawa BEM atau DEMA ini kedepan.” Ujarnya disambut tepukan meriah para mahasiswa yang hadir. Sementara pimpinan STAI Ahsanta yang hadir, wakil ketua 1, Saidina Usman El Quraisy menghimbau agar pengurus BEM terpilih bisa bersinergi dengan seluruh warga kampus dalam memajukan kampus yang akan segera menjadi Institut Agama Islam Muhammad Azim (IAIMA) Jambi itu. “ karena DEMA ini adalah pilar penting hidup dan majunya sebuah kampus. Tanpa mahasiswa kami tidak ada.” Tegasnya. acara kemudian ditutup secara resmi dan dipastikan semua paslon menerima keputusan pemilu raya mahasiswa ahsanta tahun 2020.[Humas Ahsanta]

Guru Nadjmi: Belajar dari Realitas

KH. Muhammad Nadjmi Qodir Ibrahim, atau akrab disapa guru Nadjmi adalah salah seorang pimpinan Pondok Pesantren As’ad di seberang kota Jambi. Beliau adalah seorang ulama dan sekaligus politikus sejati sebagaimana dijadikan anak judul dalam sebuah buku yang ditulis oleh santrinya, Fajri al Mughni. “Guru Nadjmi: Pembacaan dan Kenangan Seorang Santri” dijadikan sebagai judul Webinar yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Islam STAI Ahsanta Jambi guna menelusuri sejarah hidup, kedudukan dan peran beliau di tengah masayarakat Jambi. Tentunya, sang santri dan sekaligus penulis buku “Nadjmi”, Fajri al-Mughni, dihadirkan sebagai narasumber dalam acara webinar tersebut. Fajri mengungkapkan pemanggilan guru Nadjmi sebagai seorang guru atau ulama sekaligus politikus merupakan atas dasar perjalanan hidup guru Nadjmi sejak kecil hingga saat ini. Belajar dari realita hidup dan politik di masa ayahnya sebagai seorang ulama besar Jambi dan berhadapan dengan berbagai pihak termasuk penjajah, menjadikan satu bagian penting dalam kehidupan guru Nadjmi. Menurut Fajri, hal tersebut berpengaruh terhadap sepak terjangnya di masa mendatang yang mengantarkannya menjadi seorang politikus yang mampu berdiplomasi dan tenang menghadapi realitas politik. Bersamaan dengan itu ia juga menjadi guru pembimbing umat, mendidik generasi dengan santun dan penuh rasa sayang sebagai satu titisan untuk menjaga agama Islam dan ajarannya. Sejak awal menuntut ilmu, Guru Nadjmi adalah seorang yang sungguh-sungguh dan melahap berbagai ilmu tanpa pandang bulu. Berbagai jenis ilmu ia baca dan pelajari. Tak hanya ilmu agama di Pondok Pesantren ayahnya, tetapi juga ilmu umum tempat di mana ia sekolah. Fajri menjelaskan guru Nadjmi terkenal sebagai ahli tarikh al-Islam secara luas, sejarah Islam di Indonesia hingga ke Jambi. Sejarah lembaga pendidikan Islam tradisional atau pesantren yang berada di seberang kota Jambi hingga lembaga pendidikan tinggi Islam Jambi, tidak luput dalam pantauan sang Guru. Tak heran, berdasarkan penyampaian Fajri, Rektor UIN STS Jambi saat ini (Prof. Suadi Asy’ari) pernah bersilaturrahmi ke kediaman guru Nadjmi, salah satu bahasannya adalah menanyakan awal mula berdirinya perguruan tinggi Islam Negeri tersebut. Sementara di bidang politik, ia cukup gagah untuk berdialog dengan berbagai elemen, hal ini terbukti ia mampu menduduki kursi Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Jambi dalam beberapa periode. Bekal yang ia peroleh dari realitas politik di masa lalu dan aktivitasnya di organisasi sosial keagamaan yaitu Nadlatul Ulama telah mematangkannya menjadi seorang politisi yang sejati. Selain itu, pertemuannya dengan Gus Dur (sebagai tokoh NU ataupun tokoh politik) telah memperlihatkan bagaimana kemapanan guru Nadjmi baik sebagai ulama maupun umara. Menurut Fajri, pesan dari perjalanan hidup guru Nadjmi masih relevan hingga hari ini. Sehingga peristiwa penting dalam kehidupannya dapat diteladani bagi generasi mendatang. Berdialog dan beradaptasi dengan realitas adalah sebuah keniscayaan yang tidak dapat dihindarkan. Di era media digital, dakwah, belajar dan mengambil bagian penting dari kenyataan adalah sebuah keharusan. Bila hal itu diabaikan, enggan berdialog dan beradaptasi dengan realitas, tentu tidak dapat dibayangkan bagaimana generasi mendatang dapat berjuang untuk agama, negara dan bangsanya. *Pusat Studi Islam STAI Ahsanta Jambi

PEMIRA DEMA STAI Ahsanta Jambi 2020/2021

Rekan-Rekan MahasiswaSTAI AHSANTA JAMBI Merupakan pemberitahuan bagi mahasiswa yang akan memberikan hak suara dalam pemilihan Ketua dan Wakil Ketua DEMA STAI AHSANTA yang dilakukan pada 20 Nov 2020 melalui online silahkan klik tautan https://bit.ly/PemiraDemaAhsanta2020 Pemilihan hanya dapat dilakukan 1 kali saja, dan dibuka pada pukul 07.00 wib s.d pukul 14.00 wib. Berikan hak suara mu untuk kemajuan STAI AHSANTA Jambi👍 Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa