
Jambi – Upaya penguatan kualitas akademik terus dilakukan oleh Institut Agama Islam Muhammad Azim (IAIMA) Jambi, khususnya pada Program Magister Hukum Tata Negara (MHTN). Dalam Workshop Kurikulum yang digelar baru-baru ini, menghadirkan Guru Besar bidang Ilmu Hukum, Prof. Dr. Elita Rahmi, S.H., M.Hum., sebagai pemateri utama yang memberikan pandangan strategis dan kritis terhadap arah pengembangan kurikulum MHTN.
Dalam pemaparannya, Prof. Elita menegaskan bahwa MHTN IAIMA harus berani melakukan lompatan besar yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga substantif dan aplikatif. Menurutnya, perguruan tinggi tidak boleh hanya menjadi ruang reproduksi teori, melainkan harus menjadi pusat lahirnya pemikir dan praktisi hukum yang berani mengkritik bahkan menggugat kebijakan negara secara akademik dan konstitusional.
“Magister Hukum Tata Negara harus menjadi ruang keberanian intelektual. Mahasiswa perlu dibiasakan berpikir kritis, bahkan sampai pada tahap berani menggugat negara dalam koridor hukum,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya penguatan praktik akademik melalui kegiatan rutin seperti Forum Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan setiap semester. FGD tersebut diharapkan menghadirkan para ahli di bidang Hukum Tata Negara (HTN), sehingga mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga memperoleh wawasan langsung dari para praktisi dan pakar hukum.
Selain itu, Prof. Elita juga mendorong adanya inovasi dalam kurikulum melalui pemetaan mata kuliah pilihan yang lebih aplikatif, seperti Hukum Acara PTUN, serta pelatihan praktis seperti penyusunan somasi. Bahkan secara tegas ia menyampaikan bahwa pembelajaran hukum harus mendorong simulasi nyata, termasuk kemungkinan mahasiswa “menggugat dosen” sebagai bentuk latihan berpikir kritis dan argumentatif dalam konteks akademik.
Menurutnya, langkah-langkah tersebut sangat penting agar lulusan MHTN IAIMA tidak hanya menjadi pengamat, tetapi benar-benar siap berperan sebagai penegak hukum, legal drafter, maupun wirausahawan di bidang hukum.
“Jika kita tidak berani mengambil langkah tegas dan progresif, maka lulusan kita hanya akan menjadi penonton di tengah dinamika dunia hukum yang terus berkembang,” ujarnya.
Workshop ini menjadi momentum penting bagi IAIMA Jambi dalam merumuskan kurikulum yang tidak hanya relevan secara akademik, tetapi juga adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja dan tantangan hukum kontemporer. Dengan semangat transformasi tersebut, MHTN IAIMA diharapkan mampu mencetak lulusan yang unggul, kritis, dan berdaya saing tinggi. ***



