
JAMBI – Sebanyak 35 mahasiswa Program Studi Hukum Tata Negara (HTN), Fakultas Syariah dan Hukum, Institut Agama Islam Muhammad Azim (IAIMA) Jambi, mengikuti kegiatan Praktik Peradilan Semu pada Jumat–Sabtu, 23–24 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya program studi dalam membekali mahasiswa dengan keterampilan praktis di bidang hukum sekaligus memperkuat pemahaman mereka terhadap proses persidangan.
Praktik Peradilan Semu merupakan bentuk pembelajaran yang menghadirkan simulasi proses peradilan sebagaimana berlangsung dalam persidangan sesungguhnya. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori hukum di ruang kelas, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk menerapkan pengetahuan tersebut melalui permainan peran dan simulasi tahapan persidangan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari kurikulum Program Studi Hukum Tata Negara IAIMA Jambi yang dirancang untuk meningkatkan penguasaan mahasiswa terhadap materi hukum acara. Selain itu, praktik ini diharapkan dapat memberikan pengalaman pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan akademik dan profesional mahasiswa di bidang hukum.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan simulasi yang dipandu oleh dosen koordinator Praktik Peradilan Semu. Dalam sesi tersebut, mahasiswa mendapatkan arahan mengenai pendalaman peran, pemahaman alur persidangan, serta persiapan dokumen hukum yang akan digunakan selama simulasi.
Mahasiswa juga diarahkan untuk membaca, menghafal, dan memahami isi draf gugatan agar dapat menjalankan peran masing-masing secara baik dan sistematis. Persiapan ini menjadi bagian penting dalam membangun ketelitian, keberanian, kemampuan berargumentasi, serta pemahaman terhadap prosedur hukum acara.
Ketua Program Studi Hukum Tata Negara IAIMA Jambi, Karlina Rahayu, M.H., menyampaikan bahwa Praktik Peradilan Semu memiliki peran penting dalam menjembatani pembelajaran teoretis dengan pengalaman praktik yang dibutuhkan mahasiswa.
“Melalui kegiatan Praktik Peradilan Semu ini, kami berharap mahasiswa tidak hanya memahami teori hukum yang dipelajari di ruang kelas, tetapi juga mampu menerapkannya dalam praktik persidangan. Mahasiswa dilatih untuk memahami prosedur hukum acara, mendalami peran masing-masing, menyusun argumentasi hukum, serta membangun keberanian dan sikap profesional dalam menjalankan proses peradilan,” ungkapnya.
Menurutnya, pembelajaran hukum perlu memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan praktis, kemampuan berpikir kritis, dan tanggung jawab profesional. Dengan demikian, mahasiswa dapat memperoleh pengalaman yang lebih komprehensif dalam memahami penerapan hukum di tengah masyarakat.
“Kami ingin mahasiswa Hukum Tata Negara IAIMA Jambi memiliki kesiapan intelektual, keterampilan praktis, dan integritas moral. Seorang calon sarjana hukum tidak cukup hanya menguasai teori, tetapi juga harus memiliki ketelitian, tanggung jawab, serta komitmen terhadap nilai-nilai keadilan. Oleh karena itu, kegiatan seperti ini perlu terus dikembangkan agar mahasiswa memiliki pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan profesi hukum dan masyarakat,” tambah Karlina.
Selama dua hari pelaksanaan, kegiatan berlangsung dengan lancar dan diikuti oleh 35 mahasiswa Program Studi Hukum Tata Negara. Pendampingan dosen koordinator menjadi bagian penting dalam memastikan mahasiswa memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing serta mampu mengikuti tahapan simulasi sesuai dengan arahan yang diberikan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu meningkatkan keterampilan berkomunikasi secara hukum, menyusun argumentasi yang logis, memahami kedudukan para pihak dalam persidangan, serta mengembangkan sikap profesional dalam menghadapi persoalan hukum.
Praktik Peradilan Semu juga menjadi bagian dari komitmen Program Studi Hukum Tata Negara IAIMA Jambi dalam menghadirkan pembelajaran yang berorientasi pada pengembangan kompetensi mahasiswa. Pengalaman yang diperoleh melalui simulasi diharapkan menjadi bekal berharga bagi mahasiswa dalam menempuh pendidikan lanjutan maupun memasuki dunia kerja di bidang hukum.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Program Studi Hukum Tata Negara IAIMA Jambi berharap dapat terus melahirkan lulusan yang tidak hanya memiliki penguasaan ilmu hukum, tetapi juga keterampilan praktis, integritas, dan kepedulian terhadap penegakan keadilan. ***




