Maulana dan Trilogi Zam-Zamiyyah Oleh: Saidina Usman El-Quraisy (Kandidat Doktor UIN Rafa Palembang/ Warek 1 IAIMA Jambi)

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on email
Share on linkedin

Pada tanggal 4 november 2021 kemarin, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masayarakat (LPPM) Institut Agama Islam Muhammad Azim Jambi – dulu STAI Ahsanta Jambi – melaksanakan kegiatan pembekalan bagi peserta Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) angkatan ke-8 tahun akademik 2021-2022. Kegiatan yang dipusatkan di Aula kampus utama di Jalan Fatah Laside nomor 68, Kebun Handil itu, diikuti oleh 70 mahasiswa yang telah mendaftarkan diri untuk ikut gelombang ini. Pada KKN kali ini, kegiatan mahasiswa akan dipusatkan di beberapa titik dalam kota Jambi, dengan mengambil tema ‘pemberdayaan ekonomi masyarakat pasca pandemi’, dimana mahasiswa akan bersinergi langsung dengan pemerintah kota Jambi selama lebih kurang dua bulan.

Untuk menyukseskan KKN-T ini, pihak LPPM IAIMA Jambi menghadirkan sejumlah narasumber dari dinas-dinas terkait, yang berhubungan dengan tema pemberdayaan ekonomi ini, seperti Bappeda, Dinas sosial, dan Dinas tenaga kerja Kota Jambi. Selain itu, Wakil Walikota Jambi juga turut menjadi pembicara kunci (keynote speaker) pada acara ini.

Di kesempatan ini, kandidat terkuat Walikota Jambi untuk periode 2024-2029 itu terlihat jelas menguasai konsep dan permasalahan yang ada di kota Jambi. Dimana ‘menguasai konsep dan mampu mendeteksi serta beraksi mengatasi masalah’ adalah modal paling penting bagi sebuah kepemimpinan di era seperti sekarang ini. Pasca pandemi, semua aspek dalam kehidupan masyarakat harus mampu dibenahi satu persatu dengan memperhatikan skala perioritas, agar penyelesaian masalah dapat dilakukan dengan tepat, sistematis, efektif dan massif.

Mengutip filosofi dan makna yang terkandung dalam doa meminum air zam-zam, lulusan pondok pesantren Babakan Ciwaringin, Cirebon, Jawa Barat itu gamblang dan tuntas menyampaikan bahwa kedepan, prioritas pembangunan kota Jambi mengarah pada ‘trilogi zam-zamiyah’; pertama Kualitas Pendidikan. Rasulullah dalam doa minum air zam-zam menyebut aspek pertama علما نافعاً, Ilmu yang bermanfaat. Memiliki makna kualiats SDM menjadi ukuran kemajuan sebuah peradaban. Semakin berilmu masyarakat – tapi ilmu yang benar- maka semakin cerah masa depan sebuah daerah. Persaingan dalam bidang apapun di era sekarang, hanya bisa dimenangkan oleh mereka yang memiliki modal ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, kualitas pendidikan di kota Jambi kedepan harus selalu didorong untuk maju dan bermutu. Kedua ورزقاً واسعاً, rizki yang luas. Ketika seorang muslim memohon rizki kepada Allah, maka rizki yang dimaksud adalah rizki yang halal, bagus dan banyak. Ini bermakna, lapangan kerja yang menjadi wasilah masyarakat mendapat rizki akan diupayakan oleh pemerintah kota Jambi. Pemimpin kota Jambi kini dan kedepan harus pemimpin yang berjiwa enterpreneur, memiliki insting usaha dan kemampuan menagkap peluang-peluang, sehingga inovasi dalam pembukaan lapangan kerja dapat dilaksanakan. Ketiga وشفاءً من كلّ داءٍ وسقمٍ , aspek kesehatan. Kesejahteraan masyarakat tidak bisa disebut cukup apalagi sempurna jika tanpa terjaminnya kesehatan. Kesejahteraan yang diimpikan bersama dengan modal memiliki Ilmu yang luas diikuti dengan hadirnya lapangan pekerjaan, tidak bisa terwujud bila tidak didukung oleh masyarakat yang sehat lahir dan batin.

Sebagai calon pemimpin kota Jambi berikutnya, Dr. Maulana telah siap lahir dan batin. Telah siap jiwa dan raga, telah siap ilmu dan pengalaman, telah siap materi dan non materi, untuk didedikasikan bagi pembangunan kota Jambi yang lebih baik dan lebih keren lagi kedepannya. Mari kita dukung!

Baca Juga

Kuliah di IAI Muhammad Azim?

Daftar kuliah dari rumah via Wesbite Penerimaan Mahasiswa Baru IAI Muhammad Azim!